Basis Data


Basis data yaitu kumpulan data yang sanggup digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.


1.      Model Data
Data yang disimpan menggambarkan beberapa aspek dari suatu organisasi. Model data, yaitu himpunan deskripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Beberapa administrasi basis data didasarkan pada model data relasional, model data hirarkis, atau model data jaringan.

·         Model data Hirarkis

Model hirarkis biasa disebut model pohon, lantaran ibarat pohon yang dibalik. Model ini memakai pola hubungan orang renta anak, Setiap simpul menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orangtua. Setiap orangtua sanggup mempunyai satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi setiap anak mempunyai satu orangtua. Simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orangtua disebut anak. Simpul orangtua yang tidak mempunyai orangtua disebut akar. Simpul yang tidak mempunyai anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orangtua disebut cabang.

·         Model Data Jaringan

Model jaringan distandarisasi pada tahun 1971 oleh Data Base Task Group . Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model CODASYL  (conference on Data System Languages), lantaran DBTG yaitu kepingan dari CODASYL.

Model ini ibarat model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak  sanggup mempunyai lebih dari satu orangtua. Oleh lantaran sifatnya demikian, model ini menyatakan hubungan 1:1 ( satu orangtua punya satu anak),1:M (satu orangtua punya anak banyak), maupun N:M (beberapa anak sanggup mempunyai beberapa orangtua). Pada model jaringan, orangtua disebut pemilik dan anak disebut anggota.

·         Model Data Relasional

Model Relasional yaitu model data yang paling banyak digunakan ketika ini, Pembahasan pokok pada model ini yaitu relasi, yang dimisalakan sebagai himpunan dari record. Diskripsi data dalam istilah model data disebut skema. Pada model relasional, sketsa untuk hubungan ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (atribut atau kolom) dan tipe dari tiap field.


2.Bahasa Basis Data

Bahasa basis data terdiri atas Data Definition Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang sanggup digunakan untuk mendefinisikan objek – objek basis data, mirip menciptakan sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.
Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan perintah yang sanggup digunakan untuk melaksanakan manipulasi data, mirip penyimpanan data ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar menampilkannya kembali.

3.Objektif Basis Data
Secara lebih lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) mirip berikut
a. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
b. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
c. Keakuratan (Accuracy)
d. Ketersediaan (Avaibility)
e. Kelengkapan (Completeness)
f. Keamanan (Security)
g. Kebersamaan pemakaian (Sharability)
Basis data menyediakan kemudahan atau memudahkan dalam memproduksi informasi yang digunakan oleh pemakai untuk mendukung pengambilan keputusan. Hal inilah yang menjadikan alasan dari penggunaan tehnologi basis data pada saatsekarang (dunia bisnis).  Berikut ini referensi penggunaan Aplikasi database dalam dunia bisnis :
·         Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
·         Bandara: Pengelolaan data reservasi, penjadualan
·         Universitas:  Pengelolaan pendaftaran, alumni
·         Penjualan: Pengelolaan data customer, produk, penjualan
·         Pabrik:  Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen
·         Kepegawaian:  Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak
·         Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa


4.Sistem Pemrosesan File

Basis data yaitu kumpulan data yang sanggup digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau le Basis DataCan: File  NasabahSebelumnya, sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis,  memakai pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah, yang disebut  juga sistem pemrosesan file. Dimana masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu kegiatan aplikasi saja.

Kelemahannya dari sistem pemrosesan file ini antara lain :
Ø  Timbulnya data rangkap (redundancy data ) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data).
Karena file-file dan kegiatan aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda, sejumlah informasi mungkin mempunyai dupliaksi dalam beberapa file. Sebagai referensi nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa sanggup muncul pada suatu file mempunyai record-record mahasiswa dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan data mirip ini sanggup menimbulkan pemborosan kawasan penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu sanggup terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini sanggup menimbulkan kesalahan dalam laporan nilai mahasiswa.

Ø  Kesukaran dalam Mengakses Data
Munculnya permintaan-permintaan gres yang tidak diantisipasikan sewaktu menciptakan kegiatan aplikasi, sehingga tidak memungkinkan untuk pengambilan data.

Ø  Data terisolir (Isolation Data )
Karena data tersebar dalam banyak sekali file, dan file-file mungkin dalam format –format yang berbeda, akan sulit menuliskan kegiatan aplikasi gres untuk mengambil data yang sesuai.

Ø  Masalah Pengamanan ( Security Problem )
Tidak semua pemakai diperbolehkan mengakses seluruh data. Bagian Mahasiswa hanya boleh mengakses file mahasiswa. Bagian Mata kuliah hanya boleh mengakses file mata kuliah, dihentikan mengakses file mahasiswa. Tetapi semenjak program-program aplikasi ditambahkan secara ad-hoc maka sulit melaksanakan pengamanan mirip yang diharapkan.

Ø  Data Dependence
Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada kegiatan aplikasi maka pemakai tidak sanggup mengakses data. 

5.Sistem Database
Seiring dengan berjalannya waktu lambat laun sistem pemrosesan file mulai ditinggalkan lantaran masih bersifat manual, yang kemudian dikembangkanlah sistem pemrosesan dengan pendekatan database.

Customer service à  (program aplikasi untuk memasukan data nasabah) à DBMS à Database Bank.

                              à (program aplikasi untuk mendebet / mengkredit rekening)
Basis data yaitu kumpulan data yang sanggup digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau le Basis Data
Nasabah   ( nonasabah, nama, alamat )
Rekening  ( nonasabah, norek, saldo )
Gambar 2. Sistem database untuk suatu Bank

Perhatikan gambar 2 di atas. Pada sistem ini record-record data disimpan pada satu kawasan yakni database dan diantara kegiatan aplikasi maupun pemakai terdapat DBMS ( Database Management System ).


Basis data yaitu kumpulan data yang sanggup digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau le Basis Data6.Konsep Dasar Basis Data

Data yaitu Representasi fakta dunia faktual yang mewakili suatu objek mirip insan (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, symbol,teks, gambar, suara atau kombinasinya.

Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.

DBMS ( Database Management System ) yaitu Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke database atau system yang terkomputerisasi yang tujuan utamanya yaitu memelihara informasi dan menciptakan informasi tersebut tersedia ketika dibutuhkan.
·         Komponen utama DBMS
Komponen utama DBMS ada 4 macam yaitu:
-Perangkat keras
-Perangkat lunak
-Data
-Pengguna

·         Keuntungan Penggunaan DBMS
Penggunaan DBMS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
-Kebebasan data dan saluran yang efisien
-Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
-Integritas dan keamanan data
-Administrasi keseragaman data
-Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).

·         Level Abstraksi dalam DBMS
Data dalam DBMS sanggup digambarkan dalam tiga level abstraksi , yaitu konseptual, fisik dan eksternal. Data definition language (DDL) digunakan untuk mendefinisikan sketsa eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan perintah SQLuntuk menggambarkan aspek dari sketsa fisik. Informasi perihal sketsa konseptual eksternal dan fisik disimpan dalam katalog system.


7.Istilah - Istilah Dasar Basis Data

Enterprise
Suatu bentuk organisasi seperti: bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalai basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien

Entitas
Suatu obyek yang sanggup dibedakan dari lainnya yang sanggup diwujudkan dalai basis data.
Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik
Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah
Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas
Contoh: semua nasabah, semua mahasiswa

Atribut ( Elemen Data )
Karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.

Nilai Data ( Data Value )
Isi data / informasi yang tercakup dalai setiap elemen data.
Contoh Atribut Nama Mahasiswa sanggup berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina

Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir memakai Kunci Elemen Data npm.

Record Data
Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan.
Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa berisikan : "10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret 1983".


8.Keuntungan Sistem Basis Data

ü  Terkontrolnya kerangkapan data

Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang sanggup digunakan oleh semua aplikasi yang memerlukannya.

ü  Terpeliharanya keselarasan (ke-konsistenan) data

Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.

ü  Data sanggup digunakan secara bersama (shared)
Data sanggup digunakan secara tolong-menolong oleh beberapa kegiatan aplikasi (secara batch maupun on-line) pada ketika bersamaan.

ü  Dapat diterapkan standarisasi

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA sanggup menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

ü  Keamanan data terjamin

DBA sanggup memperlihatkan batasan-batasan pengaksesan data, contohnya dengan memperlihatkan password dan pinjaman hak saluran bagi user (misal : modify, delete, insert, retrieve).

ü  Terpeliharanya integritas data

Jika kerangkapan data dikontrol dan ke konsistenan data sanggup dijaga maka data menjadi akurat.

ü  Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi
Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga sanggup melayani pengaksesan data dengan cepat.

ü  Data independence (kemandirian data)
Dapat digunakan untuk majemuk kegiatan aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.


9.Kelemahan Sistem Basis Data
ü  Memerlukan tenaga spesialis
ü  Kompleks
ü  Memerlukan kawasan yang besar
ü  Mahal


10.Pengguna Basis Data

System Engineer
Tenaga jago yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual

Database Administrator (DBA)
Tenaga jago yang mempunyai kiprah untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.

Tugas DBA :
·         Mengontrol DBMS dan software-software
·         Memonitor siapa yang mengakses basis data
·         Mengatur pemakaian basis data
·         Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency

Program Utility yang digunakan oleh DBA  :
·         Loading Routines  
·         Membangun versi utama dari database
·         Reorganization Routines 
·         Mengatur / mengorganisasikan kembali database
·         Journaling Routines 
·         Mencatat semua operasi pemakaian database
·         Recovery Routines 
·         Menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan
·         Statistical Analysis Routines 
·         Membantu memonitor kehandalan sistem

Pemakai Akhir
Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang sanggup dibedakan menurut cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
Programmer aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalai kegiatan yang ditulis dalai bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)

User Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk saluran data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS

User Umum (End User/Naïve User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu kegiatan aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis/disediakan sebelumnya.

User Khusus (Specialized/Sophisticated User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus mirip aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra,dll, yang sanggup saja mengakses basis data dengan/tanpa DBMS yang bersangkutan.


KESIMPULAN

Database merupakan komponen dasar dari sebuah system informasi dan pengembangan serta penggunaannya sebaiknya dipandang dari perspektif kebutuhan organisasi yang lebih besar. Oleh lantaran itu siklus hidup sebuah system informasi organisasi bekerjasama dengan siklus hidup system database yang mendukungnya.

Sistem administrasi basisdata yaitu perangkat lunak yang mendukung administrasi data dalam jumlah besar. DBMS menyediakan saluran data yang efisien, kebebasab data, entegritas data, keamanan, dan pengembangan aplikasi yang cepat. Mendukung saluran bersamaan dan perbaikan dari kerusakan.

Pada perangkat lunak mirip Visual FoxPro yang beroperasi pada lingkungan PC, basis data tidak hanya sekedar kumpulan table, view ( table yang bersifat logis, yang merupakan paduan sejumlah medan milik sejumlah table), dan bahkan instruksi yang disebut mekanisme tersimpan.


SUMBER:

Badriyah, Tessi, “Basis Data – Bab 1 : Pendahuluan “, newserver. Eepisits.edu/-tessi/DADBBABI.PDF.

Murni, Aniarti,”Konsep dan Arsitektur Basi Data”,Fakultas Ilmu Komputer,UI, http://www.cs.ui.ac.id/kuliah basisdata//filekuliah/db02-2.PDF.

www.asep-hs.web.ugm.ac.id/.../BASIS%DATA%20DAN%20DBMS/BASIS%20DATA%20DAN%20DBMS.pdf-

en.wikipedia.org/…/Database management system 

 msdn.microsoft.com/en-us/library/ms/78028.aspx


Sumber http://wizii.blogspot.com

Mari berteman dengan saya

Follow my Instagram _yudha58

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Basis Data"

Posting Komentar