.jpg?width=820&height=410&name=IPS_8%20(2).jpg)
Squad, kau pernah ikuti organisasi di sekolah? Manfaatnya sangat banyak, lho! Dengan ikut organisasi, kau bisa menambah sobat dan acara positif. Nah, pada zaman penjajahan dahulu ternyata juga ada organisasi lho yang disebut dengan organisasi pergerakan dan dibuat sebagai sarana usaha bangsa kita untuk terlepas dari belenggu penjajahan. Tentu saja, usaha melawan penjajah ini berbeda dengan fase sebelumnya, yang masih mengandalkan senjata. Sekarang, untuk lebih banyak tahu mengenai organisasi pergerakan Indonesia ini? Kuy, kita bahas detailnya!
Ada beberapa organisasi pergerakan yang berkembang di Indonesia. Organisasi tersebut bergerak tidak hanya di bidang politik, tetapi juga di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya. Ada apa saja, sih?
Budi Utomo
Organisasi ini berawal dari gerakan dr. Wahidin Soedirohoesodo yang berkeliling Jawa untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan. Selain mensosialisasikan pendidikan, terdapat pula dana pendidikan untuk mereka yang kurang mampu. Dana pendidikan tersebut disebut dengan Studie Fond.
Kemudian pada tahun 1907, terjadi pertemuan antara dr. Wahidin Soedirohoesodo dengan Soetomo, seorang mahasiswa STOVIA. Soetomo tertarik dengan gagasan dr. Wahidin Soedirohoesodo, kemudian mendirikan organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini merupakan organisasi pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia dan beranggotakan mahasiswa STOVIA. Berdirinya organisasi ini merupakan tonggak awal kebangkitan nasional, sehingga hari lahirnya Budi Utomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Sarekat Islam
Organisasi ini berawal dari organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo tahun 1911. Organisasi ini awalnya dibuat untuk melindungi pengusaha lokal semoga sanggup bersaing dengan penguasaha non lokal yang memonopoli perdagangan batik. SDI kemudian diubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 yang diketuai oleh H.O.S. Tjokroaminoto.
Setelah menjadi SI, keanggotaan SI menjadi semakin besar alasannya yaitu semua orang diperbolehkan ikut dalam organisasi ini bila beragama Islam. Akan tetapi, pada tahun 1921, SI terpecah menjadi 2 kubu, yaitu SI Putih dan SI Merah. Perpecahan tersebut terjadi alasannya yaitu adanya penyusupan paham sosialis-komunis. Kamu ingin tau nggak sih, apa bedanya SI Putih dan SI Merah?

Indische Partij
Indische Partij didirikan di Bandung tanggal 25 Desember 1912. Pendiri organisasi ini antara lain Dr. E.F.E. Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), R.M. Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Mereka kemudian dikenal sebagai “Tiga Serangkai”. Indische Partij bertujuan untuk menyebarkan rasa nasionalisme, membuat persatuan antara orang Indonesia dan Bumiputera, serta mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.
Organisasi ini yaitu organisasi politik yang berani mengkritik pemerintah kolonial Belanda. Kritik tersebut ditujukan melalui goresan pena R.M. Suwardi Suryaningrat yang berjudul Als ik een Nederlander was (Seandainya saya seorang Belanda). Oleh alasannya yaitu itu, pada 4 Mei 1913, Indische Partij dianggap sebagai partai terlarang dan ketiga tokohnya diasingkan ke negeri Belanda.
Perhimpunan Indonesia
Organisasi ini didirikan di Belanda pada tahun 1908. Awalnya organisasi ini diberi nama Indische Vereeniging oleh Sutan Kasayangan dan R.M. Noto Suroto. Kemudian tpada ahun 1925 Indische Vereeniging mengubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia. Istilah Indonesia dipakai untuk menawarkan identitas diri bangsa dan negara serta menggantikan kata Hindia Belanda.
Tokoh-tokoh yang tergabung dalam organisasi ini yaitu Mohammad Hatta, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Organisasi ini mempunyai azas usaha dengan kekuatan sendiri dan tidak meminta kepada pemerintah kolonial Belanda. Perhimpunan Indonesia mempunyai majalah yang disebut sebagai Hindia Poetra dan kemudian diubah menjadi Indonesia Merdeka.
Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV)
ISDV didirikan pada 9 Mei 1914, oleh Sneevliet (anggota Partai Buruh Sosial Demokrat Belanda) dan rekan-rekannya di Surabaya. Organisasi ini menganut paham Marxisme, yang kemudian berganti nama menjadi Partai Komunis Hindia pada 23 Mei 1920. Tidak usang kemudian kembali diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada Desember 1920.
PKI diketuai oleh Semaun dengan Darsono sebagai wakil ketua dan Bergsma sebagai sekretaris partai. Tokoh yang tergabung dalam organisasi ini yaitu Alimin Prawirodirdjo dan Musso. Pada tanggal 13 November 1926, PKI melancarkan pemerontakan di Jawa dan Sumatera yang kemudian ditumpas oleh pemerintah kolonial Belanda. Akibat agresi ini, PKI dianggap sebagai partai terlarang serta tokoh-tokohnya ditangkap dan diasingkan ke Tanah Merah dan Boven Digul.
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Pada awalnya, PNI yaitu perkumpulan yang dibuat Ir. Soekarno yang berjulukan Algemeene Studie Club tahun 1925. Karena adanya perkumpulan ini, berdirilah partai politik gres berjulukan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tanggal 4 Juli 1927. Tokoh-tokoh yang tergabung yaitu Ir. Soekarno, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Ir. Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, dan Dr. Samsi. PNI bergerak dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial.
Setelah Kongres tahun 1928 di Surabaya, anggota PNI semakin meningkat sehingga mengkhawatirkan pemerintah kolonial. Akhirnya pada tanggal 29 Desember 1929, empat tokoh PNI yaitu Ir. Soekarno, Gatot Mangkoeprodjo, Maskoen dan Soepriadinata ditangkap dan dijatuhi eksekusi oleh Pengadilan Bandung. Dalam proses persidangan Ir. Soekarno memberikan pembelaan berjudul “Indonesia Menggugat”.
Menarik sekali ya, Squad! Kita harus selalu bersemangat dan menghargai setiap usaha yang dilakukan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Caranya bagaimana, ya? Cukup dengan berguru yang rajin. Nah, supaya makin rajin dan semangat, yuk berguru pakai ruanglesonline! Kamu punya PR yang nggak kau mengerti? Tinggal foto aja PR-nya, terus kau tanyakan deh ke tutor-tutornya! Sampai jumpa ya!
Mari berteman dengan saya
Follow my Instagram _yudha58
0 Response to "Tahukah Kau Mengenai Organisasi Pergerakan Indonesia?"
Posting Komentar