Biologi Kelas 12 | Pengertian Dan Perbedaan Fotosintesis Dan Kemosintesis

Biologi_12

 

Pada artikel biologi kelas XII ini berisi ihwal pengertian dan perbedaan fotosintesis dan kemosintesis serta bagaimana proses terjadinya.
--

Mendengar kata fotosintesis niscaya sudah tidak absurd ‘kan buat kamu, Squad? Fotosintesis dibutuhkan untuk memproduksi zat makanan berupa glukosa. Proses ini bukan hanya dilakukan oleh tumbuhan lho, tapi juga dilakukan oleh alga dan beberapa jenis bakteri. Ternyata, selain fotosintesis, ada juga proses kemosintesis. Biar lebih jelas, baca artikel ini yuk untuk tahu pengertian dan perbedaan fotosintesis dan kemosintesis.

Materi Fotosintesis

Fotosintesis merupakan proses penyusunan atau pembentukan senyawa kompleks (organik) dari senyawa sederhana (anorganik) dengan memakai energi cahaya. Nantinya proses ini akan menghasilkan glukosa dan oksigen. Proses fotosintesis berlangsung pada pigmen fotosintetik (klorofil) dalam kloroplas yang terdiri dari grana sebagai daerah reaksi terang dan stroma sebagai daerah reaksi gelap.

Dalam fotosintesis, dihasilkan glukosa yang disimpan dalam bentuk amilum (karbohidrat dan dilepaskan oksigen). Untuk bisa melaksanakan fotosintesis, diharapkan karbondioksida (CO2) diambil dari udara melalui stomata dan air (H2O) diambil dari tanah oleh akar kemudian lewat xilem yang didistribusikan ke daun. Selain glukosa, proses fotosintesis juga menghasilkan oksigen (O2), yang kita perlukan tiap hari untuk bernapas.

 

Baca juga: 5 Jenis Jaringan pada Tumbuhan Beserta Fungsinya.

 

Cahaya menjadi faktor penting dalam proses berlangsungnya fotosintesis, sementara fotosintesis merupakan proses yang menjadi kunci sanggup berlangsungnya proses metabolisme yang lain di dalam tanaman. Hasil fotosintesis berupa amilum di daun yang kemudian ditransportasikan ke daerah cadangan makanan itu tentu untuk menyediakan makanan bagi seluruh kehidupan di bumi baik secara pribadi atau tidak langsung.

Ternyata, fotosintesis tidak hanya terjadi dalam satu kali proses saja, Squad. Fotosintesis mempunyai dua langkah untuk menghasilkan produk fotosintesis, yang pertama ialah reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang terjadi pada grana (granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2).

Struktur Kloroplas

Struktur kloroplas, daerah terjadinya fotosintesis (Sumber: informasi-pendidikan.com)

Dalam reaksi terang, klorofil yang ada dalam daun akan menangkap cahaya matahari. Ingat, cahaya menjadi unsur penting di fotosintesis, bila tidak ada cahaya tidak akan terjadi proses ini. Energi yang ditangkap klorofil tersebut akan digunakan untuk memecah molekul air dalam tumbuhan. Pemecahan molekul air tersebut disebut fotolisis. Ion H+ diikat oleh CO Enzim NADP di daun dan menjadi NADPH. Elektron yang terlepas dari aktifnya klorofil juga untuk membentuk ADP menjadi ATP.

 Bagan Sederhana Fotosintesis

Bagan proses fotosintesis. (Sumber: scienceandenvironmentyear3.com).

 

Sedangkan reaksi gelap merupakan lanjutan dari reaksi terang dan terjadi di dalam stroma. Sesuai dengan namanya, reaksi gelap tidak memerlukan sumbangan cahaya sebagai sumber energi. Lalu, pakai apa dong?

Reaksi gelap juga dikenal sebagai siklus Calvin-Benson. Meski dalam proses ini tidak memerlukan cahaya, bukan berarti proses ini tidak bisa berjalan dikala ada cahaya, lho Squad. Pada reaksi gelap, yang akan terjadi ialah pengikatan karbondioksida (CO2) di stroma (bagian dalam kloroplas). CO2 dikala ditangkap akan diikat oleh RuBP. Masih ingat energi ATP dan NADPH yang dihasilkan dari reaksi terang? Dalam reaksi gelap, mereka akan digunakan sebagai energinya.

Nah, dari pengikatan CO2 terbentuklah senyawa yang disebut Phospho Gliserat Acid (PGA). PGA dengan mendapat H+ dari NADPH dan energi dari pembongkaran ATP, kemudian terbentuklah senyawa PGAL (Phospo Gliser Aldehide). PGAL digunakan untuk membentuk glukosa dalam sintesa dan PGAL juga membentuk RuBP kembali supaya bisa mengikat CO2 kembali yang dikenal dengan regenerasi. Di dalam reaksi gelap, ada empat tahap yang terjadi:

1. Fiksasi (pengikatan).

2. Reduksi (pengurangan).

3. Regenerasi (pembentukan kembali).

4. Sintesa (pembentukan).

Bagan Proses Terjadinya dan Cara Fotosintesis

Materi Kemosintesis

Selain fotosintesis, ternyata ada proses lain yang terjadi. Namanya kemosintesis. Sama menyerupai fotosintesis, kemosintesis merupakan proses pembentukan (anabolisme). Meski begitu, perlu diingat bahwa proses ini tidak terjadi di dalam tumbuhan, Squad. Proses penyusunan materi organik yang memakai sumber energi dengan cara pengoksidasian (pemecahan) senyawa kimia. Kemosintesis sanggup kau temukan dalam:

1. pembentukan sulfat oleh basil sulfur (Thiobacillus, Bagiatoa)

2. pembentukan nitrat oleh basil nitrat dan basil nitrit (Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter).

Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu. Misalnya basil besi memperoleh energi kimia dengan cara oksidasi Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+ (ferri). Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3, tepatnya amonium karbonat menjadi asam nitrit dengan reaksi berikut ini:

KEMOSINTESIS NITRIFIKASI

Organisme yang melakukannya disebut kemoautotrof. Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang dihasilkan tersebut akan digunakan untuk asimilasi karbon.

Beberapa basil kemosintesis ini mempunyai kemampuan menyerupai organisme berklorofil, yaitu bisa menciptakan karbohidrat dari materi mentah anorganik, tetapi mereka tidak memakai energi cahaya untuk melaksanakan hal itu. Pengubahan karbondioksida menjadi karbohidrat sanggup pula terjadi dalam sel-sel binatang menyerupai pada sel-sel tumbuhan. Bakteri pelaku kemosintesis memperoleh energi dan elektron-elektron dengan melaksanakan oksidasi beberapa substansi tereduksi yang ada di alam sekitarnya. Energi bebas tersedia oleh oksidasi ini kemudian digunakan untuk pembuatan karbohidrat.

Bagan Proses Terjadinya dan Cara Kemosintesis

Energi yang telah didapat tersebut digunakan untuk mereduksi karbondioksida menjadi karbohidrat dengan cara yang sama menyerupai yang dilakukan basil sulfur fotosintetik. Mereka menuntaskan oksidasi senyawa besi yang teroksidasi sebagian dan bisa merangkaikan energi yang dihasilkan oksidasi ini untuk mensintesis karbohidrat. Oksidasi ini menghasilkan energi untuk mendorong reaksi sintesis basil tersebut. Nitrat yang dihasilkan menyediakan keperluan nitrogen bagi tumbuhan. Untuk mudahnya, kau bisa lihat di denah ini, Squad.

Bagan Sederhana Kemosintesis

Bagan Proses Kemosintesis (Sumber: scienceandenvironmentyear3.com).

Proses fotosintesis dan kemosintesis ini merupakan proses alami yang akan selalu terjadi dalam pembentukan sel-sel baru. Maka dari itu, baiknya kita tidak mengganggu proses tersebut biar keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Nah, kamu bisa nih, Squad menguji kemampuan kau ihwal anabolisme di RuangUji.

Mari berteman dengan saya

Follow my Instagram _yudha58

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biologi Kelas 12 | Pengertian Dan Perbedaan Fotosintesis Dan Kemosintesis"

Posting Komentar